Serangan Rezim Assad dan Rusia Memecah Ghouta Timur Jadi 2 Bagian
Selasa, 26 Jumadil Akhir 1439 H
GHOUTA TIMUR, SURIAH (SILAH AL BATTAR) - Rezim Bashar al-Assad beserta pasukan udara Rusia membelah wilayah Ghouta Timur jadi dua bagian, pada Ahad lalu.
Menurut Badan Pertahanan Sipil White
Helmets, sedikitnya 17 warga sipil tewas dalam serangan udara yang
dilancarkan oleh rezim dan sekutunya.
Rezim Assad memulai operasi darat pada 3
Maret untuk mengambil alih Ghouta Timur, meskipun PBB telah mengumumkan
gencatan senjata selama 30 hari.
Pasukan rezim bergerak dari timur ke barat, menduduki kota Madyara, hingga akhirnya tiba di Distrik Haresta.
Pinggiran kota Damaskus merupakan rumah bagi sekitar 400.000 jiwa yang terkepung selama lima tahun terakhir.
Dalam delapan bulan terakhir, rezim Assad
telah meningkatkan kepungannya, sehingga menutup total akses bantuan
makanan dan kesehatan bagi para penduduk.
Kamis lalu, sebuah komisi penyelidikan PBB
merilis laporan yang menuding rezim Assad melakukan kejahatan perang di
Ghouta Timur - termasuk penggunaan senjata kimia terhadap warga sipil -
hingga menyebabkan kelaparan massal dan mencegah evakuasi medis.
Dalam 20 hari terakhir saja, lebih dari 925 penduduk dilaporkan tewas dalam serangan rezim dan sekutunya.
Tidak ada komentar