Turki Buka Akses Pengungsi Suriah Masuk Perguruan Tinggi
Rabu, 12 Rajab 1439 H
ANKARA (SILAH AL BATTAR) -
Komisioner Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR), Uni Eropa (EU), dan
Kepresidenan untuk Warga Turki di Luar Negeri (YTB) membuka kelas bahasa
Turki bagi pelajar Suriah di Turki.
Representatif UNHCR di Turki Katharina
Lumpp menekankan pentingnya program tersebut. Selain memitigasi dampak
krisis pengungsi Suriah, program kelas bahasa selama sembilan bulan ini
sekaligus bertujuan untuk meningkatkan akses pengungsi Suriah di Turki
terhadap perguruan tinggi.
“Program ini bertujuan untuk meningkatkan jumlah pelajar Suriah yang dapat menempuh pendidikan tinggi di Turki,” ujar Lumpp.
Di Turki, saat ini terdapat lebih dari
4.200 warga Suriah yang telah lulus SMA. Pemerintah Turki membebaskan
biaya kuliah bagi pengungsi Suriah yang lolos seleksi masuk universitas.
“Program ini dapat memastikan anak muda
Suriah untuk mewujudkan mimpi menempuh pendidikan di universtias,
sehingga nantinya dapat berkontribusi positif bagi lingkungan sekitar,”
ujar dia.
Presiden YTB Mehmet Kose mengatakan bahwa
perang saudara di Suriah telah mengakibatkan kerusakan infrastruktur
negara dan butuh waktu lama untuk memperbaiki.
Namun lebih penting lagi, ujar Kose,
adalah memastikan pemuda Suriah yang mengungsi dapat memanfaatkan waktu
sebaik-baiknya untuk memikirkan masa depan mereka.
“Dengan dukungan internasional, memungkinkan mereka menjadi “generasi pendiri” yang akan menjadi masa depan Suriah,” ujar dia.
Ketua Delegasi EU untuk Turki, Duta Besar
Christian Berger mengatakan bahwa keputusan Turki untuk membebaskan
biaya kuliah bagi pengungsi Suriah telah memungkinkan berbagai lembaga
internasional untuk menggelar program bersama seperti ini.
“Kami yakin, akses pemuda ke pendidikan akan memberikan kesempatan lebih baik untuk membangun masa depan mereka,” ujar Berger.
Turki menampung pengungsi dalam jumlah terbanyak di dunia dan memberikan perlindungan bagi lebih dari 3,5 juta pengungsi Suriah
Tidak ada komentar