SILAH AL BATTAR

Puluhan ribu senjata bantuan A.S kepada pemberontak Suriah/SDF telah dirampas pasukan Islamic State



WASHINGTON (SILAH AL BATTAR)  - Senjata canggih militer  yang secara diam-diam diberikan A.S kepada pemberontak Suriah dengan cepat jatuh ke tangan Negara Islam, hal ini diungkapkan sebuah studi yang dirilis pada hari Kamis (14/12) lansir USA TODAY

Sebuah studi yang berkedudukan di Washington A.S dalam laporannya mengatakan bahwa,  senjata milik negara Islam tersebut tetap menjadi ancaman bagi koalisi #salib pimpinan A.S. yang masih beroperasi melawan pasukan #IslamicState.

Senjata tersebut termasuk senjata anti-tank yang dibeli oleh Amerika Serikat telah dirampas oleh pasukan Negara Islam dalam waktu dua bulan. Menurut penelitian oleh Conflict Armament Research, sebuah organisasi yang melacak pengiriman senjata. Studi ini didanai oleh Uni Eropa dan pemerintah Jerman.

Upaya Amerika Serikat dan Arab Saudi  memasok senjata ke kelompok pemberontak secara signifikan menambah kuantitas dan kualitas senjata yang tersedia bagi kekuatan Negara Islam, tulis dalam sebuah laporannya.
Laporan tersebut mengutip sebuah video yang dirilis kantor berita resmi #ISIS #AmaqAgency yang menunjukkan militan lengkap dengan senjata.
Studi tersebut menguji 40.000 senjata dan barang-barang lainnya yang dimiliki Negara Islam, yang juga dikenal sebagai ISIS.
Penyidik ​​dapat menentukan pasukan ISIS merampas senjata di medan perang.

Tujuan program senjata siluman yang dirancang A.S kepada SDF untuk menekan rezim Suriah Assad. "Kami tidak memiliki banyak pilihan pada saat itu," kata Andrew Tabler, seorang analis di Institut Washington untuk Kebijakan Timur Tengah. "Itu cara terbaik untuk mengatasi situasi di medan perang."tambahnya.

Pemberontak #SDF yang didukung oleh A.S di beberapa tempat telah dilumpuhkan oleh #ISIS dan Islamic State  semakin berkuasa.
Program terselubung yang mempersenjatai pemberontak anti-Assad berbeda dari operasi Pentagon yang diakui secara umum untuk mempersenjatai Pasukan Demokratik Suriah (SDF). SDF adalah sebuah aliansi orang Kurdi yang memerangi ISIS.

Sebagian besar senjata yang diam-diam dikirim ke faksi-faksi di Suriah dibeli oleh Amerika Serikat dan Arab Saudi dari senjata yang diproduksi di Eropa Timur. Kontrak pemerintah A.S. dengan perusahaan swasta yang melakukan pembelian di luar negeri. Pengiriman seperti ini diperlukan karena kebanyakan pasukan Islamic State menggunakan AK-47 dan granat berpeluncur roket yang dibuat di negara-negara bekas blok Soviet atau China.
[AJ]

Tidak ada komentar

SOHR: Pejuang Islamic State Tewaskan 30 Lebih Tentara Assad di Kamp Yarmouk

Senin, 22 Sya'ban 1439 H DAMASKUS, SURIAH (SILAH AL BATTAR) - Lebih dari 30 tentara pemeri...